Pengantar Cloud Computing


Cloud Computing? Pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “KomputasiAwan”. Menurut NIST (National Institute of Standards and Technology), terdapat 5 karakteristik sehingga sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu:

  • Resource Pooling
    Sumber daya komputasi (storage, CPU, memory, network bandwidth, dsb.) yang dikumpulkan oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant. Sumberdaya komputasi ini bisa berupa sumberdaya fisik ataupun virtual dan juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan untuk mencukupi kebutuhannya.
  • Broad Network Access
    Kapabilitas layanan dari cloud provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb.
  • Measured Service
    Tersedia layanan untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis.Dengan monitoring sistem ini, kita bisa melihat berapa resources komputasi yang telah dipakai, seperti: bandwidth , storage, processing, jumlah pengguna aktif, dsb. Layanan monitoring ini sebagai bentuk transparansi antara cloud  provider dan cloud consumer.
  • Rapid Elasticity
    Kapabilitas dari layanan cloud  provider bisa dipakai oleh cloud  consumer secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menaikkan atau menurunkan kapasitas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya tidak terbatas, dan service  consumer  bisa dengan bebas dan mudah memilih kapasitas yang  diinginkan setiap saat.
  • Self Service
    Cloud Consumer
    bisa mengkonfigurasikan secara mandiri layanan  yang ingin dipakai melalui sebuah sistem,  tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara otomatis.

Kelima karakteristik Cloud Computing tersebut harus ada di service provider jika ingin disebut sebagai penyedia layananCloud Computing.

Layanan Cloud Computing

NIST membagi jenis layanan Cloud Computing menjad itiga sebagai berikut:

  • Software as a Service (SaaS)
    SaaS 
    adalah layanan dari Cloud Computing dimana pelanggan dapat menggunakan software (perangkat lunak) yang telah disediakan oleh cloud provider. Pelanggan cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.

Contoh dari layanan SaaS ini antara lain adalah:

  • Layanan produktivitas : Office365, GoogleAps, Adobe Creative Cloud, dsb.
  • Layanan email: Gmail, YahooMail, LiveMail, dsb.
  • Layanan social network:  Facebook, Twitter, Tagged, dsb.
  • Layanan instant messaging: YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb.

Dalam perkembangannya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya bisa dinikmati dengan menginstal aplikasi tersebut di kompute rkita (on-premise) mulai bisa dinikmati dengan layanan Cloud Computing. Keuntungan dari SaaS ini adalah kita tidak perlu membeli lisensi software lagi. Kita tinggal berlangganan ke cloud provider dan tinggal membayar berdasarkan pemakaian.

  • Platform as a Service (PaaS)

PaaS adalahlayanandari Cloud Computing kita bisa menyewa  “rumah” berikut lingkungannya,  untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak perlu pusing untuk menyiapkan  “rumah”  dan memelihara  “rumah”  tersebut. Yang penting aplikasi  yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan  “rumah”  ini (sistem operasi,  network, database engine, framework aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.
Contoh penyedia layanan PaaS : Amazon Web Service, Windows Azure, dan Google App Engine

Keuntungan dari PaaS bagi pengembang dapat fokus pada aplikasi yang sedang dikembangkan tanpa harus memikirkan  “rumah” untuk aplikasi, dikarenakan hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab cloud provider.

  •  Infrastructure as a Service (IaaS)

IaaS adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa”  infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit  komputasi (CPU),  penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwidth , dan konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem operasi dan aplikasi apapun diatasnya.

Contoh penyedia layanan IaaS : Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dsb.
Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut dapat diubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage,dsb. dengan segera.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s