Membangun Infrastruktur Cloud Computing Masa Depan


Cloud Computing membawa perubahan mendasar pada cara orang dan berbisnis menggunakan internet serta perangkat komputasi. Tercatat 175 exabyte data melintasi internet pada tahun 2010, setara dengan 43.750 juta DVD. Dengan kondisi seperti ini, evolusi Cloud Computing yang mengandung arti lebih banyak pengguna, lebih banyak perangkat, konten lebih kompleks dan harapan yang lebih besar di mana saja, kapan saja untuk mengakses data. Cloud Computing menjadi sebuah kenyataan di Asia Pasifik dan industri telah mulai berpikir tentang bagaimana hal ini akan menguntungkan dan memajukan bisnis di masa akan datang.

Jason Fedder, General Manager, Asia Pasific & Cina, Data Center Products Group, Intel, mengundang CHIP.co.id bergabung dalam telekonferensi dengan wartawan dari berbagai negara di Asia Pasific dan Cina dalam sebuah diskusi tentang masa depan Cloud Computing. Pada telekonferensi kali ini dibicarakan teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung Cloud Computing dan kemitraan di masa depan.

Intel membagikan visi pada CHIP.co.id tentang Cloud Computing di Tahun 2015, dan menjelaskan beberapa gagasan dan istilah, tentang Cloud yaitu Federated, Automated, Client Aware.

  • Federated berarti sejumlah data yang ada pada berbagai perangkat dapat dipertukarkan secara aman melalui Cloud, baik lintas publik maupun private.
  • Automated berarti Pertukaran data tersebut juga dapat berjalan sendiri secara otomatis sehingga di masa depan, berbagai pihak dapat lebih fokus pada inovasi dan berkurang dari sisi manajemen data.
  • Client Aware berarti, layanan bisa dioptimasi, ditingkatkan sesuai dasar kemampuan perangkat yang ada.

Selain tiga hal ini Jason Fedder juga membahas Open Data Center Alliance di mana lebih dari 70 bisnis global disatukan oleh Intel untuk membuat panduan untuk interoperabilitas, fleksibilitas dan standar industri untuk Cloud Computing. Open Data Center Alliance ini telah diluncurkan sejak 27 Oktober 2010. Intel juga membentuk Intel ® Cloud Builders, sebuah kemitraan 20 hardware terkemuka di dunia dan pembuat perangkat lunak yang akan menjadi referensi serta mengikat sumber daya untuk mendorong inovasi dan membuat teknologi Cloud Computing mudah untuk disebarkan, digunakan dan berbagi pengetahuan.

Yang menjadi pertanyaan bagaimana dengan perkembangan Teknologi Cloud Computing untuk masa yang akan datang di Indonesia ?

“Cloud computing tidak bisa dihindari, dengan menggunakan layanan tersebut para pelaku industri akan lebih meningkatkan efisiensi perusahaannya, terutama untuk kelas UKM (usaha kecil menengah),” jelas Philip Sargeant, Research VP Gartner kepada sejumlah wartawan, seperti yang dilansir oleh laman detikcom.

Menurut data Gartner, di tahun 2010 ini diperkirakan nilai bisnis dari pemanfaatan teknologi internet untuk menyediakan sumber komputer itu sendiri secara global mencapai USD 80 miliar dengan tingkat pertumbuhannya setiap tahun sebesar 25 persen dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Jadi, bisnis ini akan menjadi bisnis yang akan semakin ramai seiring dengan murahnya harga bandwidth.

Untuk di Indonesia sendiri era Cloud Computing kapan dimulai ?

Semua tergantung kebutuhan, jika data bersifat tidak confidential saat ini pun bisa dimulai. Sebaliknya jika memerlukan sistem keamanan yang baik, maka akan bisa dimulai beberapa tahun kedepan, tergantung dari layanan yang dibutuhkan.

Sumber Satu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s