Spanyol Mengejar Tiga Gelar Besar


Setelah melaju ke final, Spanyol berpeluang menyatukan tiga gelar bergengsi dunia secara berturut-turut. Peluang itu memungkinkan mengingat Iker Casillas dan kawan-kawan memiliki semangat besar membawa berita baik buat rakyat Spanyol yang tengah menderita akibat resesi berat.

Spanyol sedang berada di rel. Setelah menjadi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010, kini masanya mengejar tiga gelar berturut-turut di Piala Eropa 2012.

”Kami lebih beruntung dalam adu penalti,” ujar Pelatih Spanyol Vicente del Bosque setelah timnya menang 4-2 dalam adu penalti melawan Portugal di Donetsk, Ukraina, Rabu (27/6).

Meski demikian, Bosque mengucapkan selamat kepada Portugal yang bermain bagus. Bahkan, dia menganggap Portugal memiliki pertahanan lebih baik serta mampu menyerang dan membahayakan pertahanan Spanyol. Untungnya, dia segera memasukkan Jesus Navas dan Pedro Rodriguez menggantikan David Silva dan Xavi Hernandez untuk menekan Portugal.

”Kami membuat Portugal keteteran sejak mereka berdua masuk. Pada babak tambahan, pemain kami juga menunjukkan keunggulan pengalaman. Mental mereka kuat dan mereka mampu melewatinya,” kata Bosque.

Bosque mengatakan, dia tidak menemui kesulitan memilih pemain untuk eksekutor penalti. Meskipun Alonso gagal, dia masih memiliki Andres Iniesta, Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Cesc Fabregas yang sama tajam.

”Tidak ada masalah. Cesc memang meminta kepada saya agar diberi kesempatan mengambil bola terakhir untuk memenangi pertandingan dan dia mampu melakukannya,” kata Bosque.

Meski kalah, Portugal dapat pulang dengan kepala tegak. Portugal mengawali kualifikasi dengan buruk, hanya mampu seri melawan Siprus dan kalah dari Norwegia di dua pertandingan awal. Dalam perjalanan waktu, mereka semakin solid dan mampu melangkah sampai ke semifinal, sebelum kalah dramatis 2-4 dalam adu penalti.

”Kami bermain fantastis melewati kualifikasi dan catatan kami sangat baik di turnamen ini. Saya tak akan memilih cara seperti ini untuk tersingkir. Namun, jika Anda harus kalah, apalagi melawan tim besar seperti Spanyol, inilah cara keluar dengan kepala tegak,” ujar Pelatih Portugal Paulo Bento.

Media Portugal, A Bola, mengungkapkan, tidak ada cercaan kepada pemain Portugal meski kalah dari Spanyol. Saat menuju hotel, ratusan orang melambai kepada Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Dalam perjalanan menuju bandara, selalu ada orang yang mengambil gambar pemain Portugal, yang lebih banyak menundukkan kepala.

”Saímos daqui todos frustrados (Kami pergi dengan frustrasi),” tulis Correio da Manha, salah satu koran Portugal.(AP/REUTERS/SAH)

Sumber Satu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s